Alpha Media Teknokom

Hubungi Kami

021-2949-0478

Emal Kami

info@alpha-mt.com

Sebagai masalah kesehatan yang kerap dialami, penting untuk memahami risiko stres pada karyawan. Kondisi ini tak hanya menghambat produktivitas, tapi juga memengaruhi kondisi fisik dan mental.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 menyatakan lebih dari 300 juta rang di dunia mengalami depresi dan 260 juta orang mengidap gangguan cemas akibat stress. Faktor pemicu stres ini pun dapat berupa beban kerja yang terlalu berat, jam kerja yang panjang, dan lingkungan kerja yang kurang kondusif.

Lantas, bagaimana gangguan kesehatan ini berpengaruh pada kesehatan secara menyeluruh? Pahami risiko stres pada karyawan Anda berikut ini.

Penyebab Stres Kerja

International Classification of Diseases mengklasifikasikan stres kerja alias burn out sebagai sindrom yang timbul sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik. Menurut Mayo Clinic, risiko stres pada karyawan Anda dipengaruhi oleh beberapa aspek berikut ini.

  • Ketidakmampuan untuk mengatur aspek pekerjaan, contohnya beban kerja, pembagian tugas, dan jadwal.
  • Pekerjaan yang monoton.
  • Target pekerjaan yang terlalu banyak.
  • Komunikasi dalam lingkungan pekerjaan yang kurang terbuka.
  • Jumlah sumber daya yang terbatas dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar.
  • Merasa terintimidasi dan mengalami perundungan oleh rekan kerja.
  • Ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.

Tanda-Tanda Stres di Tempat Kerja

Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat, Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia mengungkapkan bahwa risiko stres pada karyawan menimbulkan perubahan perilaku di tempat kerja, di antaranya.

  • Penurunan produktivitas kerja.
  • Kreativitas dan inisiatif berkurang.
  • Suasana hati mudah berubah.
  • Sering sakit.
  • Kehilangan banyak minat.
  • Munculnya masalah interpersonal.
  • Lebih suka menyendiri.

Cara Mengatasi Risiko Stres pada Karyawan

Risiko stres kerja dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Karenanya, perlu diterapkan beberapa cara untuk meminimalisir masalah kesehatan ini sehingga karyawan Anda tetap produktif. Langsung saja, simak penjelasannya di bawah ini.

Kenali Batas Kemampuan

Risiko stres di tempat kerja dapat dicegah dengan mengenali batasan kemampuan karyawan Anda. Dengan begitu, Anda dapat memberikan porsi kerja yang sesuai. Karyawan pun berkesempatan mengoptimalkan waktu dan strategi yang diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa mengalami kelelahan berlebihan.

Saling Berbagi dengan Rekan Kerja

Suasana kerja yang nyaman dan positif tercipta dengan adanya obrolan atau sharing dengan rekan kerja. Tentunya, topik obrolan yang dibahas pun perlu disaring lantaran tidak semua bahan obrolan baik untuk dibagi, terlebih dengan rekan sejawat. cara meminimalisir risiko stres kerja ini mampu membuat karyawan rileks sejenak untuk memulihkan semangat.

Adakan Hiburan

Tak jarang beban dan target kerja yang terlalu monoton membuat karyawan tertekan. Untuk mengatasinya, Anda dapat menjadwalkan games di kantor, misalnya ping pong. Selain itu, tak ada salahnya pula mengajak karyawan karaoke atau menonton film bersama sebagai imbalan atas kerja keras mereka.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Kesibukan di tempat kerja cenderung membuat karyawan mengabaikan gaya hidup sehat. Padahal, hal ini dapat meningkatkan risiko stres pada karyawan. Karenanya, penting untuk menjaga pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup, rajin mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin, serta rutin berolahraga.

Hectic-nya pekerjaan kerap membuat kita lupa untuk menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, konsumsi vitamin dan makanan bergizi serta berolahraga dapat membantu melindungi kesehatan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

Lakukan Relaksasi

Mindfulness atau relaksasi adalah keadaan sadar dan fokus pada momen saat ini tanpa adanya interpretasi. Umumnya, teknik ini dilakukan dengan duduk sembari fokus pada setiap tarikan maupun hembusan nafas.

Meski terkesan sepele, sebuah penelitian di Australia menyatakan bahwa teknik ini efektif membuat karyawan lebih rileks dan lebih mudah mengatur emosi. Dengan begitu, risiko stres pada karyawan dapat menurun.

Itulah penjelasan terkait risiko stres pada karyawan di tempat kerja. Stres kerja yang tidak segera diatasi dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan produktivitas kerja. Bila kondisi burnout tak kunjung membaik, segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Sejak didirikan pada tahun 2017, Alfa MT hadir sebagai solusi bagi kebutuhan bisnis Anda. Alfa MT menyediakan SDM yang terkualifikasi dengan baik, termasuk kualitas karyawan yang dicari HRD. Untuk informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengunjungi situs kami di https://alpha-mt.com/